Sunday, August 5, 2007

Tangerang bersiap-siap

Tata Ruang Waterway Disiapkan

Dewan Minta Pembanguna Diprioritaskan
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mengkaji kemungkinan akan menggarap traportasi sungai (warterway). Guna merealisasikan rencana tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang dan Dinas Tata Kota Kota Tangerang, tengah menyiapkan tata ruangnya di sepanjang Sungai Cisadane.

Penyiapan tata ruang tersebut penting, untuk menata jalur sungai di sepanjang yang membelah Kota dan Kabupaten Tangerang. Saat ini, kondisi sungai, tidak terurus dengan baik.

Selain banyak pemukiman liar, di sepanjang sungai tersebut juga berdiri ratusan pabrik yang dengan seenaknya membuang limbahnya ke sungai.

"Saat ini, konsep waterway tengah dikaji oleh dua dinas yakni Dinas Perhubungan dan Dinas Tata Kota terkait tata ruangnya. Kalau saya waterway ini tentang pariwisatanya," ujar Kepala Dinas Indagkopar (Industri, perdagangan, Koperasi dan Pariwisata, Red) Kota Tangerang, Dafyar E Hardian kepada koran ini, kemarin.

Sementara, konsep yang dibuat Dinas Tata Kota, menyangkut pembenahan di sepanjang bantaran Sungai Cisadane. Direncanakan, nantinya di sepanjang bantaran itu, akan dijadikan lahan hijau dengan menanam berbagai pohon.

"Konsep tata ruang dulu yang harus dikerjakan, Setelah itu, baru akan dipadukan. Setelah konsep ada, maka baru kami akan mengundang para investor untuk menanamkan modalnya di transportasi air ini," ucapnya.

Walau begitu, Dafyar mengaku kalau untuk membangun waterway memang membutuhkan dana yang besar.

Selain direncanakan untuk tranportasi sungai,waterway juga untuk mendongkran pariwisata di wilayah yang dipimpin Wali Kota Wahidin Halim tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Erlan Rusnarlan mengatakan pihaknya telah melakukan studi banding ke Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait rencana pembangunan waterway ini. Hal itu dilakukan, lantaran DKI Jakarta telah lebih dulu mengembangkan tranportasi sungai tersebut.

"Kami memang tengah menyiapkan segala sesuatunya. Tapi saat rancangan waterway masih dibahas dan belum final," ucapnya beberapa waktu lalu. Terkait pengembangan waterway ini, DPRD Kota Tangerang, mengaku mendukung penuh pengoperasian transportasi sungai tersebut di Sungai Cisadane.

"Saya sangat mendukung pengoperasian waterway ini," ucap Ketua Komisi D DPRD Kota Tangerang Sahrul Agus Muslih, kepada koran ini kemarin.

Bahkan bukan dirinya saja yang mendukung, seluruh anggota komisi yang membidangi tranportasi ini juga mengaku setuju.

Lantaran, Sungai Cisadane yang panjangnya 25 kilometer di sepanjang Kota Tangerang, sangat cocok untuk diterapkan di Sungai Cisadane. Termasuk lebar 30 hingga 50 meter dan kedalaman antra 10 hingga 20 meter itu, sangat memenuhi syarat.

Direncanakan, panjang lintasan sungai untuk waterway membentang dari Jalan Benteng Makasar (Belakang Plasa Tangerang), hingga ke wilayah Kelurahan Panunggangan yang berlokasi di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Bahkan dia mengatakan, bila Pemkot Tangerang jadi mengoperasikan tranportasi ini banyak warga yang terbantu. "Setidaknya anak-anak sekolah yang tinggal di sepanjang Sungai Cisadane mulai dari Panunggangan hingga ke Pintu Air akan menggunakan transporatasi ini untuk berangkat ke sekolah," cetusnya.

Bahkan, politisi asal Partai Golkar ini meminta Pemkot Tangerang menjadikan waterway skala prioritas. Lantaran, dengan adanya waterway itu, akan berdampak mengurangi pencemaran limbah di Sungai Cisadane. Yang paling petang, juga dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang dari jasa tranportasi dan pariwisata. (din).

0 comments: